Mencegah Penyakit dengan Air Sabun

Banyak obat beredar di pasaran, tapi tahukah kamu bahwa sabun dan air adalah pencegah penyakit terpenting dari dulu hingga kini? Cucilah tangan kamu dengan sabun beberapa kali dalam sehari, karena banyak sekali infeksi yang menyebar melalui tangan yang tidak tersentuh sabun. Sejumlah virus dan bakteria senang dengan tangan kotor, antara lain virus flu, hepatitis, salmonella, E.colli, selesma, Staph (yang menyebabkan ruam kulit hingga abses), strep (yang menyebabkan radang tenggorokan), serta MRSA.
Pentingnya mencuci tangan dengan sabun telah diketahui sejak tahun 1894. Seorang dokter bernama Ignaz Semmelweis curiga bahwa sejumlah ibu hamil tewas di RS Vienna akibat dirawat oleh mahasiswa kedokteran langsung setelah mereka menangani mayat tanpa mencuci tangan. Setelah dia memerintahkan para mahasiswa itu untuk mencuci tangan sebelum menangani pasien, angka kematian menurun drastis.
Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat menyatakan bahwa mencuci tangan merupakan cara paling efektif untuk mempertahankan kesehatan. Namun banyak orang yang tidak cukup sering melakukannya, atau tidak cukup lama.  
Mau tahu bagaimana prosedur mencuci tangan yang paling efektif? Ini dia.
Kapan?
Cucilah tangan setiap kali kamu memakai kamar mandi. Setiap permukaan kamar mandi menyediakan peluang bagi kuman untuk keluar dan beraksi. “Coba deh kamu pikir, siapa yang kepikiran untuk membersihkan palang pintu kamar mandi? Nggak ada kan?” kata Pak Jim Mann, direktur eksekutif Handwashing for Life Institute, lembaga yang menyediakan konsultasi mengenai praktek kebersihan tangan bagi bisnis jasa makanan di seluruh dunia.
  
Juga cucilah tangan setiap kali kamu mengganti popok/pembalut, memungut kotoran hewan, bersin, batuk, atau menggaruk hidung. Jangan lupa mencuci tangan setelah naik kendaraan umum, mengambil atau memasukkan lensa kontak, menyiapkan makanan, membuang sampah, dan sebelum bersantap.
  
Sayangnya, hanya sedikit orang yang rajin mencuci tangan seperti itu. Pak Jim bercerita bahwa dia pernah hadir di sebuah pertemuan yang mendiskusikan masalah kebersihan tangan. “Setiap orang yang hadir saling berjabat tangan. Tapi ketika acara makan dimulai, mereka langsung antre mengambil makanan. Tak ada yang ingat untuk cuci tangan dahulu,” ceritanya.
Bagaimana?
Sabun dan air adalah standar emas yang tak bisa ditawar-tawar. Dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh jurnal Clinical Infectious Disease, para peneliti di Australia mencelupkan tangan 20 orang pekerja kesehatan dengan virus flu H1N1. Sabun dan air terbukti sanggup meluruhkan lebih banyak virus ketimbang cairan penyeka kuman yang dibuat dari alkohol. Ketika sukarelawan tidak mencuci tangan mereka dengan air dan sabun, sebagian besar virus masih ada di tangan mereka setelah 1 jam.   
  
Bagaimana sabun dan air bisa bekerja seefektif itu? Molekul-molekul sabun mengepung dan mengangkat kuman. Gesekan yang terjadi akibat gosokan tangan meluruhkan kuman-kuman. Kemudian air membasuh kuman dari tangan.
  
Para pakar merekomendasikan penggunaan air hangat ketika kita mencuci tangan dengan sabun. Air hangat membuat kita merasa nyaman sehingga kita pun terdorong untuk mencuci tangan lebih lama. Gunakan sabun cair jika mungkin. Sabun batang justru menjadi tempat mangkal kuman, walaupun bisa luruh juga dari sabun berkat air.
  
Gunakanlah cukup sabun untuk menghasilkan busa. Tautkan jari-jari tangan kamu hingga semua permukaan tangan terkena busa sabun. Gosok-gosok ujung jari di satu tangan ke telapak tangan yang lain, dan sebaliknya. Teruslah menggosok dengan durasi 2 kali lagu “Happy Birthday”. Pokoknya jangan kurang dari 15 detik.
  
Kemudian basuhlah tangan dengan seksama. Sisa-sisa sabun bisa membuat tangan lecet. Sekalah tangan dengan kertas tisu. Gunakan pula tisu untuk mematikan keran dan memegang gagang pintu.
Mengeringkan
Banyak pakar kebersihan tangan tidak menyetujui penggunaan mesin pengering tangan otomatis. Alasannya karena banyak orang yang tak sabar menunggu tangan mereka kering tuntas dan akhirnya malah menyekakan tangan setengah basah mereka pada pakaian. “Itu boleh-boleh saja dilakukan sepanjang pakaian kamu tidak terkena kotoran,” kata Pak Jim. Selain itu tiupan mesin pengering tangan otomatis justru bisa menyebarkan kuman sejauh 1,8 meter.
Bagaimana dengan Sabun Antibakteri?
Pada tahun 2005 Food and Drug Administration, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa sabun antibakteri tidak terbukti lebih efektif dibandingkan sabun biasa. Bahkan bahan pembuat sabun antibakteri seperti triclosan bisa saja meninggalkan timbunan pada kulit sehingga kulit terus membunuh bakteri lainnya. Akibatnya bakteri yang tersisa menjadi kebal bukan hanya pada sabun tapi juga pada antibiotik.
“Memang hal ini belum pernah terjadi, tapi secara teoretis sangat mungkin terjadi,” jelas Elaine Larson, profesor di sekolah keperawatann dan kesehatan masyarakat di Universitas Columbia. Masalah lainnya yang diakibatkan penggunaan sabun antibakteri adalah pemakainya merasa aman dari penyakit sehingga justru lalai untuk menjaga kebersihan.
Desinfektan Tangan
Jika sabun dan air tak tersedia, kamu bisa membersihkan tangan dengan cairan desinfektan tangan (hand sanitizer) yang dijual bebas. Para pakar menyatakan bahwa produk desinfektan tangan harus mengandung sedikitnya 60% alkohol agar efektif dalam membunuh kuman. “Alkohol berfungsi memutus membran sel kuman sehingga kuman pecah,” jelas Bu Elaine. Namun jika tangan kamu benar-benar kotor, hanya sabun dan air yang bisa membersihkannya, bukan hand sanitizer.
Jangan Berlebihan Mencuci Tangan
Bisakah kita terlalu berlebihan dalam mencuci tangan? Bisa tuh. Cucilah tangan hanya ketika perlu. Mencuci tangan terlalu sering tidak menjamin kamu lebih aman.

posted under |

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Blogroll

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Indonesian. Sundanese. Just an ordinary girl. Proud to be my self.

Blogger news

Welcome to My World

Blogger templates

Followers


Recent Comments